Pagi itu terdengar nyanyian
burung-burung seakan menyambutku di pagi yang sejuk. Mentari pun ikut
menyambutku dengan segal kehangatannya. Pada hari minggu merupakan hari libur.
Itu yang selalu kuharapkan pada hari minggu itu. Terdengar suara panggilan
untuk menyuruhku membersihkan rumah. Ternyata suara berasal dari ibuku. Aku
terkejut dan langsung bangun menaggapi suara itu dengan nada sedikit malas.
Pada saat itu aku duduk dikelas 4 SD.
setelah membasuh muka aku langsung bergegas
mengambil sapu dan kotak sampah bersama sepupuku. Embun-embun yang menempel dan
membasahi rumput dan dedaunan serta udara sejuk dipagi hari itu membuatku
semangat untuk membersihkan sampah yang bertebaran di sekitar rumahku. Aku
memegang kotak sampah sedangkan sepupupku memegang sapu. Kami memulai pekerjaan
kami. Aku mulai pekerjaanku dengan mengambil sampah yang basah dan
memindahkannya kedalam kotak sampah. Setelah beberapa lama, rasa semangatku
tadi berubah menjadi rasa capek.
“Hufft…………….banyak sekali sampahnya.”keluhku,
memang pada saat itu sampah disekitar rumahku beretebaran sangat banyak dan
selama kurang lebih 2 minggu belu dibersihkan serta banyak pohon-pohon di
sekitar rumahku. Sedikit demi sedikit sampah yang berserakan kupunguti.
Aku mulai lelah, tetapi sampah masih
banyak. Aku memutuskan untuk duduk dibawah pohon yang rindang. Sedangkan
sepupuku masih asyik menyapu sampah-sampah . disaat termenung aku melihat
tangga yang tegak dan bersandar pada sebuahpohon rambutan yang rimbun. Dengan naluriku aku
memanjat pohon yang merupakan hobiku
pada saat itu. Dengan alasan yang tak jelas aku memanjat pohon dengan perlahan.
Setelah sampai di atas pohon aku melihat sekeliling rumahku yang asri dan
rindang serta hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat hati menjadi tenang.
Tetapi ketika aku berpindah dari dahan yang satu dengan dahan yang lain , tanpa
sepengetahuanku aku menginjak salah satu dahan yang rapuh. Tanpa sempat
berpegang pada dahan yang kuat, akupun jatuh terhempas ke tanah.
“ auuch…………………………” aku
merintih kesakitan.
Kepalaku terbentur akar pohon
yang cukup tajam dan samping tubuhku terbentang deretan genteng yang telah
lama. Untung saja tubuhku tak menimpa genteng tersebut.
Aku bangkit dan berdiri lenganku terasa sangat
sakit. Aku tak menyadari bahwa kepalaku mengeluarkan darah. Dengan cepat aku
mengajak ibuku ke tukang urut yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Aku
melihat lengan kiriku yang semakin membesar membuatku mempercepat langkah
kakiku untuk sampai di tempat tukang urut tersebut.
Sesampainya disana, lenganku diperiksa
oleh tukang urut tersebut. Lenganku diurut dengan bantuan minyak sayur dan
bawang merah. Seketika aku menjerit kesakitan . 15 menit kemudian aku pun
selesai di urut. Dengan rasa yang sedikit senang bercampur dengan rasa sakit
yang berdenyut-denyut, akupun pulang dan tukang urut mengatakan bahwa aku harus
di urut lagi setiap 2 minggu sekali.
Rasa sakitku tak hanya sampai disitu. Kepalaku yang berdarah dikasih alcohol
oleh dokter. Seketika aku menjerit kesakitan. Terasa pedih sekali. Selesai
sikasih alcohol kepalaku berhenti mengeluarkan darah. Setelah 4 kali pertemuan
dengan tukang. Akhirnya lengankupun sembuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar