Jadi teman yang baik mungkin adalah
keinginan dari setiap orang termasuk juga diriku. Pastinya aku juga ingin teman
yang baik dan biasa mengerti keadaanku . Aku tahu menjadi teman yang baik tak
semudah membalikkan telapak tangan dan aku juga tahu mencari teman yang baik
itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Aku hanyalah orang yang hanya
bisa menangis dan meminta tak mampu
untuk berusaha menggapai semua mimpi yang aku punya , dan aku hanya bisa merasa
orang yang paling lemah . Aku terkadang tersenyum dalam kesedihan dan menutupi
kesedihan
dengan senyuman dan merasa sendirian dalam keramaian.
Hari-hari kujalani tanpa tahu pasti apa
yang harus kulakukan . Jenuh, jenuh dan
jenuh hanya itu yang aku rasakan , bagaimana tidak aktifitasku hanya ke sekolah
dan pulang ke rumah dan tidak ada keinginan untuk keluar rumah . Terkadang
terselip tawa dan senyum ringan akibat tingkah laku teman-teman ku tapi itu
belum cukup untuk menutupi kejenuhanku. Berhari-hari menunggu satu kejadian yang
biasa mengurangi kejenuhanku, berminggu-minggu menunggu kepastian dari
penantianku, hingga aku bertanya pada diriku akankah aku harus menunggu hingga
berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun
untuk mencari dan menunggu sesuatu yang belum pasti kapan dia datang.
“ ini
mungkin awal cerita yang buruk tetapi akan ku selesaikandengan indah “ , itulah yang ada dalam pikiranku untuk
menghibur diriku agar aku tidak bosan
menjalani hidup. Tapi kenyataannya berbeda “ telah kuduga butih waktu
yang tak sebentar untuk mencari dan menunggu sesuatu yang belum pasti kapan sesuatu itu datang”.
Pada suatu malam aku hanya bias
mencurahkan isi hatiku dengan air mata dan menjerit dengan sekeras-kerasnya dan
sekuat tenaga mengungkapkan semua rasa yang ada didalam hati dan pikiranku agar
semua yang ada di sekitarku tahu rasa kejenuhan, kesedihan, kebencian, dan
kemarahanku terhadap semua yang ku alami.
Terkadang aku menyalahkan diriku dan
terkadang pila menyalahkan Tuhan “ menyalahkan
Tuhan” kedengarannya lucu karena
dialah yang mengatursemuanya dan dialah yang tahu semuannya , yang ada dalam
pikiranku hanyalah mencari ketenangan dan berpikir bahwa tak ada satupun yang
bias kulakukan lagi, aku hanya bisa
berkata “ Aku hanya bisa menjalani
hidupku sampai tugas ku di dunia berakhir”
Mendung adalah suasana yang sangat
kusenangi, aku tak tahu mengapa tetapi di bawah cuaca mendungaku merasa tenang
dan bisa melupakan sejenak semua masalahku, dan tibalah aku pada posisi ini ,
pada saat aku menemukanapa yang aku cari srala ini. Seperti mendapatkan durian
runtuh, pribahasa yang lucu tapi tepat menggambarkan keadaanku. Semuanya
berubah menjadi senyum manis , dan ternyata yang kucari ada disekitar kuyaitu
teman-temanku dan keluargaku, dan aku sekarang bisa berkata “ Aku akan melanjutkan ambisiku menjadi teman dan mencari teman yang baik walaupun
aku tahu itu tak mudah dan akuharus menjadi orang yang tak mudah menangis dan
mampu berusaha menggapai semua mimpi yang aku punya dan berusaha memberikan
memberikan senyuman manis kepada setiap orang”.
Memang semua yang kucari telah aku dapatkan ,
tapi bukan berarti masalah takpenah dalam kehidupan ini, terlebih lagi masalah
tentang teman . Masalah kecilpun bisa menjadi besar karena keegoisan masing-masing.
Inilah masa-masa pencarian jati diri dimana keadaanku masih labil, entah sampai
kapanpencarian jati diri ini berakhir, tapi yang terpenting aku tahu bahwa
semangat menjalani hidup ini takkan pernah berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar