Selasa, 10 November 2015

Kejenuhan Anak Sekolah




       Jadi teman yang baik mungkin adalah keinginan dari setiap orang termasuk juga diriku. Pastinya aku juga ingin teman yang baik dan biasa mengerti keadaanku . Aku tahu menjadi teman yang baik tak semudah membalikkan telapak tangan dan aku juga tahu mencari teman yang baik itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Aku hanyalah orang yang hanya bisa menangis dan meminta  tak mampu untuk berusaha menggapai semua mimpi yang aku punya , dan aku hanya bisa merasa orang yang paling lemah . Aku terkadang tersenyum dalam kesedihan dan menutupi kesedihan 
dengan senyuman dan merasa sendirian dalam keramaian.
     
  Hari-hari kujalani tanpa tahu pasti apa yang harus  kulakukan . Jenuh, jenuh dan jenuh hanya itu yang aku rasakan , bagaimana tidak aktifitasku hanya ke sekolah dan pulang ke rumah dan tidak ada keinginan untuk keluar rumah . Terkadang terselip tawa dan senyum ringan akibat tingkah laku teman-teman ku tapi itu belum cukup untuk menutupi kejenuhanku. Berhari-hari menunggu satu kejadian yang biasa mengurangi kejenuhanku, berminggu-minggu menunggu kepastian dari penantianku, hingga aku bertanya pada diriku akankah aku harus menunggu hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun  untuk mencari dan menunggu sesuatu yang belum  pasti kapan dia datang. 

       ini mungkin awal cerita yang buruk tetapi akan ku selesaikandengan indah “  , itulah yang ada dalam pikiranku untuk menghibur diriku agar aku tidak bosan  menjalani hidup. Tapi kenyataannya berbeda “ telah kuduga butih waktu yang tak sebentar untuk mencari dan menunggu sesuatu yang belum pasti  kapan sesuatu itu datang”.

       Pada suatu malam aku hanya bias mencurahkan isi hatiku dengan air mata dan menjerit dengan sekeras-kerasnya dan sekuat tenaga mengungkapkan semua rasa yang ada didalam hati dan pikiranku agar semua yang ada di sekitarku tahu rasa kejenuhan, kesedihan, kebencian, dan kemarahanku terhadap semua yang ku alami.

       Terkadang aku menyalahkan diriku dan terkadang pila menyalahkan Tuhan “ menyalahkan Tuhan”  kedengarannya lucu karena dialah yang mengatursemuanya dan dialah yang tahu semuannya , yang ada dalam pikiranku hanyalah mencari ketenangan dan berpikir bahwa tak ada satupun yang bias kulakukan lagi, aku hanya bisa  berkata “ Aku hanya bisa menjalani hidupku sampai tugas ku di dunia berakhir”   

       Mendung adalah suasana yang sangat kusenangi, aku tak tahu mengapa tetapi di bawah cuaca mendungaku merasa tenang dan bisa melupakan sejenak semua masalahku, dan tibalah aku pada posisi ini , pada saat aku menemukanapa yang aku cari srala ini. Seperti mendapatkan durian runtuh, pribahasa yang lucu tapi tepat menggambarkan keadaanku. Semuanya berubah menjadi senyum manis , dan ternyata yang kucari ada disekitar kuyaitu teman-temanku dan keluargaku, dan aku sekarang bisa berkata “ Aku akan melanjutkan ambisiku menjadi  teman dan mencari teman yang baik walaupun aku tahu itu tak mudah dan akuharus menjadi orang yang tak mudah menangis dan mampu berusaha menggapai semua mimpi yang aku punya dan berusaha memberikan memberikan senyuman manis kepada setiap orang”.

       Memang semua yang kucari telah aku dapatkan , tapi bukan berarti masalah takpenah dalam kehidupan ini, terlebih lagi masalah tentang teman . Masalah kecilpun bisa menjadi besar karena keegoisan masing-masing. Inilah masa-masa pencarian jati diri dimana keadaanku masih labil, entah sampai kapanpencarian jati diri ini berakhir, tapi yang terpenting aku tahu bahwa semangat menjalani hidup ini takkan pernah berakhir.
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar