Jumat, 27 November 2015

Asuhan Keperawatan Klien Dengan Ketidakseimbangan Kalium




ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN KETIDAKSEIMBANGAN KALIUM

I.              KONSEP DASAR PENYAKIT

1.1  PENGERTIAN
Gangguan ketidakseimbangan kalium adalah suatu keadaan dimana kalium didalam tubuh mengalami peningkatan-pengurangan konsentrasi.
Kalium biasanya berada diginjal, karena 80% kalium diekskresikan oleh tubuh melalui ginjal.dan oleh itu ginjal merupakan pengatur primer keseimbangan kalium dan ginjal mencapai hal ini dengan menyesuaikan jumlah kalium yang diekskresikan dalam urine.


1.2  KLASIFIKASI DAN ETIOLOGI
            Dalam gangguan ketidakseimbangan kalium terdapat 2 keadaan yaitu:
a.Kekurangan kalium(Hipokalemia)
Hipokalemia didefinisikan sebagai kadar kalium serum yang kurang dari 3,5 mEq/L. Hanya 2% dari kalium tubuh yang berada dalam ECF,sehingga kadar kalium serum tidak mencerminkan kalium tubuh total.

b.Kelebihan kalium(Hiperkalemia)
Hiperkalemia didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan kadar kalium serum lebih atau sama dengan 5,5 mEq/L.Hiperkalemia akut adalah suatu keadaan kedaruratan medis yang perlu segera dikenali dan ditangani untuk menghindari terjadinya disritmia dan henti jantung yang fatal.

ETIOLOGI
a. Kekurangan Kalium
·   Asupan kalium dari makanan yang menurun
Pasien sakit berat yang tidak dapat makan dan minum melalui mulut selama beberapa hari tanpa penambahan suplemen kalium dalam cairan infusnya kelaparan, makan roti panggang dan teh alkoholisme.
·   Kehilangan melalui saluran cerna
Muntah yang berkepanjangan dan penyedotan nasogastrik,diare, penyalhgunaan laksatif kronis,ileostomi, fistula, adenoma vitosa colon.
·   Kehilangan melalui ginjal
Obat-obatan diuretik.(tiazid furosemid)
Beberapa penyakit ginjal :
Fase penyembuhan diuresis dari gagal ginjal akut asidesi tubulus ginjal (RTA)
Asidosis diabetik yang menyebabkan diuresis osmotik, tahap penyembuhan dari luka bakar berat.
Efek mineralokortikoid yang berlebihan
   Hiperaldosteronisme primer atau sekunder
   Defisit volume ECF (sampai saat ini adalah penyebab tersering)
   Ingesti llcorice (aktivitas mirip Aldosteron)
   Menelan tembakau kunyah (mengandung licorice dalam jumlah besar)
Antibiotika (kerbensilin ,aminoglikosida)
Deplesi magnesium (Mg+)
·   Kehilangan yang meningkat melalui keringat pada udara panas
Orang yang bekeringat banyak karena penyesuaian terhadap panas
·   Berpindahnya kalium kedalam sel
Alkalosis metabolik
Penanganan ketosidosis diabetik daengan insulin dan glukosa.


            b.Hiperkalemia
·   Singkirkan Pseudohiperkalemia
Teknik pengambilan darah vena yang buruk lisis sel darah
·   Ekskresi kalium tidak memadai
Gagal ginjal(akut dan kronik)
Insufisiensi adrenal
Hipoaldosteronisme
Penyakit Addison
Dluretik hemat-kalium(seperti spironolakton)
·   Berpindahnya kalium keluar dari sel menuju ECF
Asidosis metabolik (seperti pada gagal ginjal)
Kerusakan jaringan (luka bakar yang luas,cedera remuk yang berat,perdarahan internal)
·   Asupan yang berlebihan
Pemberian cepat larutan infus IV yang mengandung kalium
Pemberian cepat transfusi darah yang disimpan
Makan pengganti garam pada pasien-pasien gagal ginjal.


1.3  MANIFESTASI KLINIS
a.     Hipokalemia.
·   Henti jantung
·   Penurunan kalium dengan cepat
·   Lemah otot atau kejang pada tungkai
   b.    Hiperkalemia
·         Mual
·         Diare
·         Oliguria yang berlanjut menjadi anuria

DIAGNOSA BANDING
·         Penyebab lain dari rasa lemah dan lelah yang menyeluruh
·         Paralisis periodik familiar karena kalium berpindah dari plasma ke dalam sel
·         Hiperkalemia semu misalnya karena pengambilan contah darah yang salah dan atau terbebaskan ion K dari platelet selama pembentukan bekuan dalam tabung.
           
1.4  PROGNOSIS
·         Tergantung pada etiolologi dan ketidakseimbangan elektrolit
·         Juga tergantung pada kecepatan pemberian obat
II.            KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

2.1  PATOFISIOLOGI
HIPOKALEMIA
 










Hipokalemia
 
 





























HIPERKALEMIA
hipokalemia
 
Infusensi adrenakortikol
 

 



 



































PATOGENESIS
a.hipokalemia
Misal: deuaretik
 









Kalium dalam tubuh menurun
 




















Misal: mengkonsumsi kalium berlebihan
 
b.hiperkalemia
       


 











           


Membuat kalium melebihi kadar
 
 


                                                        
2.2  PENGKAJIAN
2.2.1       ANAMNESA
a.     Identitas pasien dan identitas penanggung jawab

b.    Keluhan utama : pada kasus ini  biasanya pasien merasakan mual, anoreksia, muntah, lemah otot, kram kaki,diare
..
c.     Riwayat penyakit sekarang : biasanya pasien dalam keadaan muntah-muntah dan diare.

d.    Riwayat penyakit dahulu : .biasanya pasien dengan penyakit ini tidak pernah mengalami sebelumnya

e.     Riwayat penyakit keluarga : dalam anamnesa pada pasien biasanya tidak menurun dari keluarganya.

f.     Pola kebiasaan:
§  Pola nutrisi           : biasanya pasien mengalami anoreksia
§  Pola eliminasi       : biasanya pasien mengalami gangguan inkontenensia periodik, peningkatan kandung kemih, dan tonus spinter.
§  Pola istirahat        : biasanya pasien mengalami gangguan pola tidur.
§  Pola aktivitas       : biasanya pasien beraktivitas seperti biasa tanpa bantuan keluarga.


g.    Riwayat psikologis : pada pasien penyakit ini biasanya, tidak berdaya, dan ansietas.












2.2.2       PEMERIKSAAN FISIK
§  Keadaan umum    : biasanya pasien tampak lemah
§  Kesadaran           : GCS (trgantung dari kondisi pasien itu sendiri dan biasanya dibawah normal / kurang dari 15 )
§  Tanda-tanda vital
      Tekanan darah      :
      Pols                    :
      Temperatur           :
      Respiratory          :

      PEMERIKSAAN SECARA HEAD TO TOE
      Biasanya pada pasien hipokalemia
§  Kepala     : tidak terdapat lesi,palpasi pucat
§  Mata        : konjungtiva kering,kondisi mata tidak baik
§  Mulut       : membrane mukosa pucat dan kering
§  Hidung     : mukosa hidung kering
§  Telinga     : -
§  Kulit         : intergritas kulit buruk
§  Leher       : kaji leher pasien apakah ada pembesaran kelenjar tiroid atau                               tidak
§  Thoraks   : lakukan inspeksi, perkusi, palpasi, dan auskultasi;respirasi                                meningkat dan dangkal kemudian menjadi lambat
§  Abdomen : lakukan perkusi dan auskultasi. Tedapat lesi pada abdomen                               dan nyeri tekan













2.2.3    STUDI DIAGNOSTIK DAN HASIL YANG MENGINDIKASIKAN PENYAKIT
                     a., PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK.
                        1.Pemeriksaan kadar kalium serum
                            - hasilnya kurang dari 3,5 mEq/L.
                        2. Pemeriksaan kalium urine.
                            - Membantu mengidentifikasi penyebab kekurangan kalium pada ginjal.
                        3. Pemeriksaan kadar albumin serum.
                            - Penurunan kadar albumin dapat menyebabkan penurunan kadar kalium ikatan                     protein.

      b.HASIL DARI PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
                        Kalium serum : penurunan, kurang dari 3,5 mEq/L.
                        Klorida serum : sering turun, kurang dari 98 mEq/L.
                        Glukosa serum: agak tinggi
         Bikarbonat plasma: meningkat, lebih besar dari 29 mEq/L

              

2.3        PENATALAKSANAAN MEDIS
1.Identifikasi dan eliminasi penyebab
         - sebagai contoh, penggantian kalium adekuat pada larutan nutrisi parenteral total
2.KaliumKlorida (KCl) IVFD
3.Peningkatan pemasukan diet kalium:
  Makanan yang tinggi kalium seperti:
   a. Buah-buahan seperti pisang, jeruk, alvokad, kismis
   b. Kacang-kacangan
   c. Umbi-umbian seperti kentang
   d. konsumsi garam yang mengandung 50-60 mEq kalium/sendok teh
                    








2.4  DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANALISA DATA
NO
DATA
ETIOLOGI
MASALAH
1
Ds :- kegelisahan
      - suhu tubuh

Do : - kelemahan
       - nafas pendek
asupan yang berkurang


 


menurunnya intake cairan
 


kelemahan fisik


ketidakefektifan pompa jantung
 


penurunan curah jantung
Penurunan curah jantung
2
Ds : - Turgor kulit buruk
       - K.U lemah
       - menolak untuk makan
       - konjungtiva dan membr
         an mukosa pucat.

Do : - perubahan sensori
          Rasa.
        - merasa kenyang
          Segera setelah
          Mengingesti makanan
  

peningkatan output cairan


respon peningkatan suhu tubuh


merangsang medulla vomiting centre
 


menyebabkan timbulnya mual dan muntah
Asupan nutrisi kurang dan kebutuhan
Nutrisi kurang dari kebutuhan
3
Ds : biasanya pasien merasa lemas dan haus

Do : -biasanya pasien mengalami perubahan status mental
       -haluran cairan yang tidak seimbang

Diare
 


peningkatan outmput cairan


 


kekurangan volume cairan



Kekurangan volume cairan


2.5  RENCANA KEPERAWATAN
No
Diagnosa
Tujuan
Intervensi
1
Penurunan curah jantung berhubungan dengan disfungsi konduksi listrik ditandai oleh:
Ds : - kegelisahan
       - peningkatan suhu tubuh
       - perubahan status mental

Do : - kelemahan
        - nofus pendek

Setelah di lakukan tindakan keperawatan 1 X 24 jam diharapkan EKG menunjukkan konfigurasi dan frekuensi jantung dalam batasan normal. Dengan kriteria:
- suhu tubuh normal
- KU tenang
- Pola nafas normal
-. kaji dan dokumentasikan tekanan darah
- pantau frekuensi dan keteraturan jantung pada setiap pemeriksaan
- kaji EKG pada pasien dengan pemantauan EKG kontinu
- pantau pasien yang menggunakan digitalis terhadap distrimia


2
Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, ditanda oteh:
DO: - Turgor kulit buruk
        - K.U lemah
        - menolak untuk makan
        - konjungtiva dan membran
          mukosa pucat

DS: - perubahan sensasi rasa
       - merasa kenyang segera
        Setelah mengingesti makanan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 X 24 jam diharapkan pasien menungkapan pengetahuan tentang makanan tinggi kalsium dan menunjukkan konsumsi makanan selama ia makan.
Dengan kriteria..
- anjurkan masukan sedikit dan sering
- ajarkan pasien tentang makanan tinggi kandungan kalium dan anjurkan masukan makanan ini.
- obat dengan antiemetik sesuai program
- libatkan pasien, orang terdekat, dan ahli gizi pada perencanaan makanan yang sesuai
- berikan hiegine  oral sebelum makan untuk meningkatkan nafsu makan.
3
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan anoreksia dan diare.

Ds : biasanya pasien merasa lemas dan haus

Do : -biasanya pasien mengalami perubahan status mental
       -haluran cairan yang tidak seimbang

Setelah dilakukan tindakan keperawatan di harapkan volume cairan dapat terpenuhi, dengan kriteria :
Tidak merasa haus, lemas, status mental membaik, TTvs normal, suhu normal.
- pantau frekuensi kehilangan cairan
- observasi khususnya tehadap kehilangan cairan yang tinggi elektrolit
- anjurak pasien untuk menginformasikan kepada perawat bila haus
- catat intake- output cairan
- atur posisi klien senyaman mungkin
Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat.


2.6  EVALUASI
       1. penurunan curah jantung berhubungan dengan disfungsi konduksi listrik                      
            Evaluasi : - tidak terjadi penurunan curah jantung

              2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia,
           Evaluasi : - kebutuhan nutrisi terpenuhi

            3. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan anoreksia dan diare.
          Evaluasi : - tidak merasa lemas, haus
-          status mental membaik
-          Suhu tubuh normal


























DAFTAR PUSTAKA

Suyono,Selamet.2001.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, Jakarta:Balai penerbit FKUI
Sudart and Brunner.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol 1, edisi 8.Jakarta:EGC
Wilkinson, M Judith.2006.Buku Saku Diagnosa Keperawatan.Jakarta:EGC
http://www.ezcobar.com diakses pada tanggal 23 januari 2010
http:pterchie.blogspot.com/2009/06/askep-hipokalemia.html  diakses tanggal pada tanggal 23 januari 2010








1 komentar: