ASUHAN
KEPERAWATAN
KLIEN
DENGAN KETIDAKSEIMBANGAN KALIUM
I.
KONSEP DASAR PENYAKIT
1.1 PENGERTIAN
Gangguan
ketidakseimbangan kalium adalah suatu keadaan dimana kalium didalam tubuh
mengalami peningkatan-pengurangan konsentrasi.
Kalium biasanya
berada diginjal, karena 80% kalium diekskresikan oleh tubuh melalui ginjal.dan
oleh itu ginjal merupakan pengatur primer keseimbangan kalium dan ginjal
mencapai hal ini dengan menyesuaikan jumlah kalium yang diekskresikan dalam
urine.
1.2 KLASIFIKASI
DAN ETIOLOGI
Dalam gangguan ketidakseimbangan kalium terdapat 2 keadaan yaitu:
a.Kekurangan
kalium(Hipokalemia)
Hipokalemia
didefinisikan sebagai kadar kalium serum yang kurang dari 3,5 mEq/L. Hanya 2%
dari kalium tubuh yang berada dalam ECF,sehingga kadar kalium serum tidak
mencerminkan kalium tubuh total.
b.Kelebihan
kalium(Hiperkalemia)
Hiperkalemia
didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan kadar kalium serum lebih atau sama dengan
5,5 mEq/L.Hiperkalemia akut adalah suatu keadaan kedaruratan medis yang perlu
segera dikenali dan ditangani untuk menghindari terjadinya disritmia dan henti
jantung yang fatal.
ETIOLOGI
a.
Kekurangan Kalium
· Asupan kalium dari makanan yang menurun
Pasien sakit berat yang tidak dapat makan dan minum melalui mulut selama
beberapa hari tanpa penambahan suplemen kalium dalam cairan infusnya kelaparan,
makan roti panggang dan teh alkoholisme.
· Kehilangan melalui saluran cerna
Muntah yang
berkepanjangan dan penyedotan nasogastrik,diare, penyalhgunaan laksatif
kronis,ileostomi, fistula, adenoma vitosa colon.
· Kehilangan melalui ginjal
Obat-obatan
diuretik.(tiazid furosemid)
Beberapa penyakit
ginjal :
Fase penyembuhan
diuresis dari gagal ginjal akut asidesi tubulus ginjal (RTA)
Asidosis diabetik
yang menyebabkan diuresis osmotik, tahap penyembuhan dari luka bakar berat.
Efek
mineralokortikoid yang berlebihan
Hiperaldosteronisme primer atau sekunder
Defisit volume ECF (sampai saat ini adalah
penyebab tersering)
Ingesti llcorice (aktivitas mirip
Aldosteron)
Menelan tembakau kunyah (mengandung licorice
dalam jumlah besar)
Antibiotika
(kerbensilin ,aminoglikosida)
Deplesi magnesium
(Mg+)
·
Kehilangan yang
meningkat melalui keringat pada udara panas
Orang yang
bekeringat banyak karena penyesuaian terhadap panas
·
Berpindahnya kalium
kedalam sel
Alkalosis metabolik
Penanganan ketosidosis diabetik daengan insulin dan glukosa.
b.Hiperkalemia
· Singkirkan Pseudohiperkalemia
Teknik
pengambilan darah vena yang buruk lisis sel darah
· Ekskresi kalium tidak memadai
Gagal ginjal(akut
dan kronik)
Insufisiensi
adrenal
Hipoaldosteronisme
Penyakit Addison
Dluretik
hemat-kalium(seperti spironolakton)
· Berpindahnya kalium keluar dari sel menuju ECF
Asidosis metabolik (seperti pada gagal ginjal)
Kerusakan jaringan (luka bakar yang luas,cedera remuk yang berat,perdarahan
internal)
· Asupan yang berlebihan
Pemberian cepat
larutan infus IV yang mengandung kalium
Pemberian cepat
transfusi darah yang disimpan
Makan pengganti
garam pada pasien-pasien gagal ginjal.
1.3 MANIFESTASI
KLINIS
a. Hipokalemia.
·
Henti jantung
·
Penurunan kalium dengan cepat
·
Lemah otot atau kejang pada tungkai
b.
Hiperkalemia
·
Mual
·
Diare
·
Oliguria yang berlanjut menjadi anuria
DIAGNOSA
BANDING
·
Penyebab lain dari rasa lemah dan lelah yang
menyeluruh
·
Paralisis periodik familiar karena kalium
berpindah dari plasma ke dalam sel
·
Hiperkalemia semu misalnya karena pengambilan
contah darah yang salah dan atau terbebaskan ion K dari platelet selama
pembentukan bekuan dalam tabung.
1.4 PROGNOSIS
·
Tergantung pada etiolologi dan
ketidakseimbangan elektrolit
·
Juga tergantung pada kecepatan pemberian obat
II.
KONSEP
ASUHAN KEPERAWATAN
2.1 PATOFISIOLOGI
HIPOKALEMIA
|
![]() |
|||
|
|||
HIPERKALEMIA
|
|
|
|
![]() |
PATOGENESIS
a.hipokalemia
|
![]() |
||
![]() |
||
![]() |
||
|
|
![]() |
|
2.2 PENGKAJIAN
2.2.1
ANAMNESA
a. Identitas
pasien dan identitas penanggung jawab
b. Keluhan
utama : pada kasus ini biasanya pasien
merasakan mual, anoreksia, muntah, lemah otot, kram kaki,diare
..
c. Riwayat
penyakit sekarang : biasanya pasien dalam keadaan muntah-muntah dan diare.
d. Riwayat
penyakit dahulu : .biasanya pasien dengan penyakit ini tidak pernah mengalami
sebelumnya
e. Riwayat
penyakit keluarga : dalam anamnesa pada pasien biasanya tidak menurun dari
keluarganya.
f. Pola
kebiasaan:
§ Pola
nutrisi : biasanya pasien
mengalami anoreksia
§ Pola
eliminasi : biasanya pasien mengalami
gangguan inkontenensia periodik, peningkatan kandung kemih, dan tonus spinter.
§ Pola
istirahat : biasanya pasien mengalami
gangguan pola tidur.
§ Pola
aktivitas : biasanya pasien beraktivitas
seperti biasa tanpa bantuan keluarga.
g. Riwayat
psikologis : pada pasien penyakit ini biasanya, tidak berdaya, dan ansietas.
2.2.2
PEMERIKSAAN FISIK
§ Keadaan
umum : biasanya pasien tampak lemah
§ Kesadaran : GCS (trgantung dari kondisi pasien
itu sendiri dan biasanya dibawah normal / kurang dari 15 )
§ Tanda-tanda
vital
Tekanan darah :
Pols :
Temperatur :
Respiratory :
PEMERIKSAAN SECARA HEAD TO TOE
Biasanya
pada pasien hipokalemia
§ Kepala
: tidak terdapat lesi,palpasi pucat
§ Mata
: konjungtiva kering,kondisi mata
tidak baik
§ Mulut
: membrane mukosa pucat dan kering
§ Hidung : mukosa hidung kering
§ Telinga
: -
§ Kulit
: intergritas kulit buruk
§ Leher
: kaji leher pasien apakah ada
pembesaran kelenjar tiroid atau tidak
§ Thoraks
: lakukan inspeksi, perkusi, palpasi,
dan auskultasi;respirasi meningkat dan dangkal kemudian menjadi lambat
§ Abdomen
: lakukan perkusi dan auskultasi. Tedapat lesi pada abdomen dan nyeri tekan
2.2.3
STUDI DIAGNOSTIK DAN HASIL YANG
MENGINDIKASIKAN PENYAKIT
a., PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK.
1.Pemeriksaan kadar
kalium serum
- hasilnya kurang dari 3,5 mEq/L.
2.
Pemeriksaan kalium urine.
- Membantu mengidentifikasi penyebab
kekurangan kalium pada ginjal.
3.
Pemeriksaan kadar albumin serum.
- Penurunan kadar albumin dapat menyebabkan
penurunan kadar kalium ikatan protein.
b.HASIL DARI PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Kalium serum :
penurunan, kurang dari 3,5 mEq/L.
Klorida serum : sering
turun, kurang dari 98 mEq/L.
Glukosa serum: agak
tinggi
Bikarbonat plasma: meningkat, lebih
besar dari 29 mEq/L
2.3 PENATALAKSANAAN MEDIS
1.Identifikasi
dan eliminasi penyebab
- sebagai contoh, penggantian kalium
adekuat pada larutan nutrisi parenteral total
2.KaliumKlorida
(KCl) IVFD
3.Peningkatan
pemasukan diet kalium:
Makanan yang tinggi kalium seperti:
a. Buah-buahan seperti pisang, jeruk,
alvokad, kismis
b. Kacang-kacangan
c. Umbi-umbian seperti kentang
d. konsumsi garam yang mengandung 50-60 mEq
kalium/sendok teh
2.4 DIAGNOSA
KEPERAWATAN
ANALISA
DATA
NO
|
DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH
|
|||
1
|
- suhu tubuh
Do
: - kelemahan
- nafas pendek
|
asupan yang berkurang
menurunnya intake cairan
ketidakefektifan pompa jantung
penurunan curah jantung
|
Penurunan curah jantung
|
|||
2
|
Ds
: - Turgor kulit buruk
- K.U lemah
- menolak untuk makan
- konjungtiva dan membr
an mukosa pucat.
Do
: - perubahan sensori
Rasa.
- merasa kenyang
Segera setelah
Mengingesti makanan
|
merangsang
medulla vomiting centre
menyebabkan
timbulnya mual dan muntah
![]()
Asupan
nutrisi kurang dan kebutuhan
|
Nutrisi kurang dari kebutuhan
|
|||
3
|
Ds
: biasanya pasien merasa lemas dan haus
Do
: -biasanya pasien mengalami perubahan status mental
-haluran cairan yang tidak seimbang
|
Diare
peningkatan outmput cairan
kekurangan
volume cairan
|
Kekurangan volume cairan
|
2.5 RENCANA
KEPERAWATAN
No
|
Diagnosa
|
Tujuan
|
Intervensi
|
1
|
Penurunan curah jantung
berhubungan dengan disfungsi konduksi listrik ditandai oleh:
Ds
: - kegelisahan
- peningkatan suhu tubuh
- perubahan status mental
Do : - kelemahan
- nofus pendek
|
Setelah di lakukan
tindakan keperawatan 1 X 24 jam diharapkan EKG menunjukkan konfigurasi dan
frekuensi jantung dalam batasan normal. Dengan kriteria:
- suhu tubuh normal
- KU tenang
- Pola nafas normal
|
-. kaji dan dokumentasikan
tekanan darah
- pantau frekuensi dan
keteraturan jantung pada setiap pemeriksaan
- kaji EKG pada pasien dengan
pemantauan EKG kontinu
- pantau pasien yang
menggunakan digitalis terhadap distrimia
|
2
|
Nutrisi kurang dari
kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, ditanda oteh:
DO: - Turgor kulit buruk
- K.U lemah
- menolak untuk makan
- konjungtiva dan membran
mukosa pucat
DS: - perubahan sensasi
rasa
- merasa kenyang segera
Setelah mengingesti makanan
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan 1 X 24 jam diharapkan pasien menungkapan pengetahuan tentang
makanan tinggi kalsium dan menunjukkan konsumsi makanan selama ia makan.
Dengan kriteria..
|
- anjurkan masukan sedikit
dan sering
- ajarkan pasien tentang
makanan tinggi kandungan kalium dan anjurkan masukan makanan ini.
- obat dengan antiemetik
sesuai program
- libatkan pasien, orang
terdekat, dan ahli gizi pada perencanaan makanan yang sesuai
- berikan hiegine oral sebelum makan untuk meningkatkan nafsu
makan.
|
3
|
Kekurangan volume cairan
berhubungan dengan anoreksia dan diare.
Ds
: biasanya pasien merasa lemas dan haus
Do
: -biasanya pasien mengalami perubahan status mental
-haluran cairan yang tidak seimbang
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan di harapkan volume cairan dapat terpenuhi, dengan kriteria :
Tidak merasa haus, lemas,
status mental membaik, TTvs normal, suhu normal.
|
- pantau frekuensi
kehilangan cairan
- observasi khususnya
tehadap kehilangan cairan yang tinggi elektrolit
- anjurak pasien untuk
menginformasikan kepada perawat bila haus
- catat intake- output
cairan
- atur posisi klien
senyaman mungkin
Kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian obat.
|
2.6 EVALUASI
1. penurunan curah jantung berhubungan
dengan disfungsi konduksi listrik
Evaluasi : - tidak terjadi penurunan curah
jantung
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan anoreksia,
Evaluasi : - kebutuhan nutrisi
terpenuhi
3. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan anoreksia
dan diare.
Evaluasi : - tidak merasa lemas, haus
-
status mental membaik
-
Suhu tubuh normal
DAFTAR PUSTAKA
Suyono,Selamet.2001.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, Jakarta:Balai penerbit
FKUI
Sudart
and Brunner.2001.Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah, Vol 1, edisi 8.Jakarta:EGC
Wilkinson,
M Judith.2006.Buku Saku Diagnosa
Keperawatan.Jakarta:EGC
http://www.ezcobar.com diakses pada tanggal
23 januari 2010
http:pterchie.blogspot.com/2009/06/askep-hipokalemia.html diakses tanggal pada tanggal 23 januari 2010









terimakasih banyak ya, ijin untuk menggunakan askep hipokalemia ini ya, mantab deh
BalasHapus